Berita gembira yang ditunggu para pejuang sekolah kedinasan akhirnya datang juga. Sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dipastikan akan membuka pendaftaran masuk sekolah kedinasan yang memiliki program ikatan dinas menjadi PNS/ASN. Hal itu tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan nomor B/435/M.SM.01.00/2020.

Berikut daftar sekolah kedinasan yang akan membuka pendaftaran pada 2020:

  1. Kementerian Dalam Negeri (IPDN)
  2. Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim)
  3. Badan Pusat Statistik (Politeknik Statistika STIS)
  4. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  5. Badan Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
  6. Badan Inteligent Negara (STIN)
  7. Kementeri Perhubungan (19 Sekolah Tinggi/Politeknik), yakni:

a. Matra Darat

1) PTDI STTD Bekasi;

2) PKTJ Tegal;

3) Poltrans SDP Palembang;

4) PPI Madiun;

5) Poltrada Bali.

b. Matra Laut

1) STIP Jakarta;

2) PIP Semarang;

3) PIP Makassar;

4) Poltekpel Malahayati;

5) Poltekpel Sumbar;

6) Poltekpel Banten;

7) Poltekpel Surabaya;

8) Poltekpel Barombong.

c. Matra Udara

1) PPI Curug;

2) Poltekbang Surabaya;

3) Poltekbang Medan;

4) Poltekbang Makassar;

5) Poltekbang Palembang;

6) Poltekbang Jayapura.

SKD, Saringan Awal Yang Menggugurkan

Sebagaimana seleksi dalam penerimaan CPNS, para peserta seleksi Sekolah Kedinasan program Ikatan Dinas juga akan menghadapi tahapan Seleksi Kompetensi Dasar  atau dikenal dengan SKD..  SKD ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jadi apapun pilihan sekolahnya, para peserta seleksi akan tetap menghadapi soal-soal SKD.

Sejak diberlakukan, tahapan seleksi SKD merupakan momok bagi para peserta seleksi, baik dalam seleksi CPNS maupun Sekolah Kedinasan. Sebelum kebijakan penurunan Passing Grade, tingkat kelulusan SKD CPNS dan Sekolah Kedinasan dibawah 20 %. Bahkan tahun ini, ketika Passing Grade SKD telah diturunkan dari 143 menjadi 126,  tingkat kelulusan SKD CPNS masih dibawah 50 %.

Nahh… bagi kalian pejuang Sekolah Kedinasan yang tidak ingin gagal dalam tahapan awal ini, yuk cermati faktor kegagalan dan pelajari tipsnya.

1. Kurangnya Pengayaan Soal-Soal SKD

Kurangnya pengayaan soal-soal SKD menyebabkan banyak peserta yang kehabisan waktu dikarenakan harus membaca dan mengerjakan soal yang belum di kenalnya. Untuk itu, diperlukan pengayaan dan pembiasaan sebanyak mungkin soal-soal SKD. Jika pernah mengerjakan soal yang sama, kalian sudah selangkah lebih maju. Kalian akan lebih cepat menjawab karena soal tersebut sudah dipelajari sebelumnya.

2. Tidak Terbiasa Dengan Sistem CAT BKN

Salah satu faktor kegagalan banyak peserta dala tes SKD adalah “Belum terbiasa” dengan sistem CAT dari BKN. Salah satunya adalah, “tidak menyimpan jawaban” yang sudah dipilih sehingga jawaban tidak terekam dalam sistem CAT BKN. Dengan membiasakan diri belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal SKD menggunakan sistem CAT yang di desain menyerupai CAT BKN, kalian akan terhindar dari salah satu penyebab kegagalan tersebut

3. Tidak Menguasai Strategi Mengerjakan Soal-soal SKD

Tipe soal dan sistem penilaian setiap kategori soal SKD berbeda-beda.  Kesalahan menerapkan strategi mengerjakan setiap kategori soal akan menyebabkan kehabisan waktu. Untuk itu diperlukan latihan penguasaan strategi mengerjakan soal-soal SKD yang hanya bisa didapatkan pada sistem CAT yang dilengkapi pengelompokkan soal, fitur waktu dan navigasi soal yang mendukung kalian berlatih strategi tersebut.

Kunci Lulus SKD

Bimbel yang digagas oleh para alumni Selolah Kedinasan sebagai wujud keprihatinan terkait rendahnya tingkat kelulusan SKD ini memberikan catatan penting bahwa mengikuti ujian SKD itu tidak hanya bermodal kepintaran, tapi juga kemampuan management waktu karena 100 soal SKD harus dikerjakan dalam waktu 90 menit.

Untuk itu, bimbel Bina Taruna Wiratama atau lebih dikenal dengan nama bimbel BTW memberikan tips persiapan SKD dengan berlatih pada medan latihan yang mirip dengan medan pertempuran sesungguhnya. Hal ini bertujuan agar kalian bisa mengenal medan tempur, mengetahui  karakter lawan dan menguasai stategi tempur.

Dengan kata lain, untuk menghadapi SKD di Sekolah Kedinasan yang kalian pilih. kalian harus berlatih dengan system yang semirip mungkin dengan yang akan digunakan dalam ujian SKD nanti. Dengan demikian, selain kalian memiliki penguasaan dan pengayaan soal sebanyak mungkin, kalian juga akan terbiasa dengan system CAT yang digunakan BKN dan bisa berlatih penguasaan strategi mengerjakan SKD.

Salah satu medan latihan SKD yang telah terbukti meluluskan ribuan peserta SKD baik untuk sekolah kedinasan maupun CPNS adalah melalui aplikasi BTW-CAT. Aplikasi yang bisa diakses dari web melalui link: btw.co.id atau diunduh pada playstore dengan nama BTW-CAT ini berisi ribuan soal-soal SKD yang telah disusun dalam bentuk modul menyerupai CAT yang digunakan oleh BKN.  Apa keuntungan belajar dari aplikasi ini? Selain penguasaan dan pengayaan 6000 soal SKD,  kalian juga akan terbiasa dengan system CAT dari BKN dan bisa berlatih strategi management waktu mengerjakan SKD berbasis CAT. Penasaran? Silahkan ikut Tryout Gratisnya nya di link btw.co.id/to-sekdin atau ingin baca-baca dulu testimoni pengguna aplikasi ini, silahkan akses link btw.co.id/testimoni.